Ilfa Halal Tour

Paspor Umroh: Syarat, Cara, dan Perbedaan dengan Paspor Biasa

Paspor Umroh
Bagikan Artikel

Paspor umroh merupakan sebuah dokumen negara yang diperlukan oleh calon jamaah yang akan melakukan ibadah umroh di Arab Saudi. Meskipun begitu, masih banyak orang yang mengalami kebingungan dan memunculkan pertanyaan apakah paspor umroh sama dengan paspor biasa yang digunakan untuk bepergian ke luar negeri.

Bagi Anda yang akan melaksanakan ibadah umroh, wajib mengetahui syarat dan cara membuat paspor umroh yang akan diulas pada artikel berikut ini.

Perbedaan Paspor Umroh dengan Paspor Biasa

Secara singkat, paspor umroh sama dengan paspor biasa. Keduanya sama-sama dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi, paspor umroh sebenarnya paspor biasa yang digunakan untuk tujuan umroh. 

Paspor biasa dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti wisata, bisnis, pendidikan, atau haji.

Lalu, apa perbedaan antara paspor umroh dan paspor biasa? Perbedaan utama terletak pada masa berlaku dan jenisnya. 

Paspor umroh memiliki masa berlaku lima tahun, sedangkan paspor biasa memiliki masa berlaku lima atau sepuluh tahun tergantung pilihan pemohon.

Selain itu, paspor umroh hanya tersedia dalam jenis non elektronik (buku hijau), sedangkan paspor biasa tersedia dalam jenis elektronik (buku biru) dan non elektronik. 

Paspor elektronik adalah paspor yang dilengkapi dengan chip yang menyimpan data biometrik pemegangnya, seperti sidik jari dan foto.

Paspor elektronik memiliki kelebihan dalam hal keamanan dan kemudahan dalam proses imigrasi. Namun, paspor elektronik juga lebih mahal daripada paspor non elektronik. 

Untuk paspor umroh, biaya penerbitannya adalah Rp350.000, sedangkan untuk paspor biasa non elektronik adalah Rp350.000 dan untuk paspor biasa elektronik adalah Rp650.000.

Syarat Membuat Paspor Umroh 2023

  • Formulir Permohonan Paspor: Dapat diunduh dari situs resmi imigrasi atau diambil di kantor imigrasi.
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP): Fotokopi KTP yang masih berlaku.
  • Kartu Keluarga (KK): Fotokopi kartu keluarga.
  • Akta Kelahiran: Fotokopi akta kelahiran atau dokumen yang bisa digunakan sebagai bukti kelahiran.
  • Paspor Lama (jika ada): Bagi yang sudah memiliki paspor sebelumnya, diperlukan fotokopi paspor lama.
  • Bukti Pembayaran: Bukti pembayaran biaya pembuatan paspor yang telah dilunasi.
  • Pasfoto: Pasfoto ukuran 4×6 cm dengan latar belakang merah. Jumlah pasfoto yang diperlukan biasanya 2-4 lembar, tetapi jumlah ini bisa berbeda tergantung pada kebijakan kantor imigrasi setempat.
  • Surat Izin Menikah atau Cerai (jika ada): Bagi yang sudah menikah atau bercerai, dibutuhkan fotokopi surat izin menikah atau cerai.

Semua dokumen yang diserahkan harus asli dan fotokopi, serta masih berlaku. Proses pembuatan paspor biasanya membutuhkan waktu sekitar 1-2 minggu, tergantung pada antrian dan kebijakan kantor imigrasi setempat.

Penting untuk dicatat bahwa syarat-syarat ini dapat berubah tergantung pada kebijakan pemerintah dan kantor imigrasi setempat. Oleh karena itu, disarankan untuk selalu mengecek informasi terkini sebelum memulai proses pembuatan paspor.

Cara Membuat Paspor Umroh

Bagaimana cara membuat paspor umroh? Syarat dan prosedurnya hampir sama dengan cara membuat paspor biasa. Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan:

  1. Siapkan dokumen persyaratan, yaitu kartu tanda penduduk (KTP) yang masih berlaku atau surat keterangan pindah ke luar negeri, kartu keluarga (KK), dokumen berupa akta kelahiran, akta perkawinan, buku nikah, atau ijazah, surat pewarganegaraan Indonesia bagi orang asing yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia atau penyampaian pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, surat penetapan ganti nama (bagi yang telah mengganti nama) dari pejabat yang berwenang, dan paspor biasa lama bagi yang telah memiliki paspor biasa.
  2. Lakukan pendaftaran melalui aplikasi M-Paspor yang dapat diunduh melalui App Store atau Google Play. Atau, isi data di aplikasi yang disediakan pada loket permohonan di kantor imigrasi dan lampirkan dokumen persyaratan.
  3. Tunggu pejabat imigrasi memeriksa dokumen persyaratan. Jika dokumen dinyatakan lengkap, dapatkan tanda terima permohonan dan kode pembayaran dari pejabat imigrasi. Jika dokumen dinyatakan belum lengkap, terima dokumen permohonan yang dikembalikan pejabat imigrasi. Permohonan dianggap ditarik kembali.
  4. Lakukan pembayaran biaya paspor sesuai dengan kode pembayaran yang diberikan. Pembayaran dapat dilakukan melalui bank atau ATM.
  5. Datang ke kantor imigrasi pada waktu yang ditentukan untuk melakukan pengambilan foto dan sidik jari, serta wawancara. Bawa dokumen asli dan bukti pembayaran.
  6. Tunggu verifikasi dan adjudikasi dari pejabat imigrasi. Jika permohonan diterima, dapatkan tanda terima pengambilan paspor.
  7. Ambil paspor di kantor imigrasi dengan menunjukkan tanda terima pengambilan paspor dan dokumen asli.

Apa arti dari HAM nomor yang tertera di paspor umroh? HAM nomor adalah nomor identitas yang diberikan oleh Kementerian Agama kepada calon jamaah umroh atau haji. HAM nomor berfungsi sebagai bukti bahwa calon jamaah telah terdaftar dan memenuhi syarat untuk melakukan ibadah umroh atau haji.

HAM nomor terdiri dari 10 digit angka yang mencerminkan tahun, bulan, dan urutan pendaftaran calon jamaah. HAM nomor dicetak di halaman 48 paspor umroh dengan stempel basah dari pejabat yang berwenang.

Hal Penting yang Harus Diperhatikan 

Saat menggunakan paspor umroh, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain:

  • Paspor umroh harus selalu dibawa saat berada di Arab Saudi dan ditunjukkan kepada petugas imigrasi atau keamanan jika diminta.
  • Paspor umroh harus disimpan dengan baik dan tidak boleh rusak, hilang, atau dicuri. Jika terjadi hal tersebut, segera laporkan kepada perwakilan diplomatik Indonesia di Arab Saudi atau penyelenggara umroh.
  • Paspor umroh harus masih berlaku paling tidak enam bulan sejak tanggal kedatangan di Arab Saudi. Jika masa berlaku paspor akan habis, segera lakukan perpanjangan di kantor imigrasi sebelum berangkat.
  • Paspor umroh tidak boleh dipinjamkan atau digunakan oleh orang lain. Jika terjadi penyalahgunaan paspor, pemilik paspor akan bertanggung jawab secara hukum.

Demikianlah artikel tentang paspor umroh, syarat, cara, dan perbedaannya dengan paspor biasa. Semoga bermanfaat dan dapat membantu Anda yang ingin melakukan ibadah umroh. 

Jangan lupa untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dan menjaga kesehatan selama beribadah. Semoga Allah menerima amal ibadah Anda dan memberikan kemudahan dalam setiap langkahnya. Aamiin Allahumma Aaamiin…

Pilih Travel Umroh & Haji Terpecaya untuk Temani Ibadah Anda

Artikel Terkait

Chat Sekarang
1
Hubungi Admin WA
Scan the code
Assalamuikum admin, saya ingin bertanya tentang Paspor Umroh: Syarat, Cara, dan Perbedaan dengan Paspor Biasa.