Ilfa Halal Tour

11 Tata Cara Umroh dan Bacaannya yang Benar

Tata Cara Umroh dan Bacaannya yang Benar
Bagikan Artikel

Umroh, yang sering disebut juga sebagai ‘ibadah haji kecil,’ adalah bentuk ibadah yang sangat dihargai oleh umat Islam di seluruh dunia. Tata cara umroh dan bacaannya yang benar sangat penting dalam menjalankan ibadah umroh yang sah dan bermakna secara spiritual. Melalui tulisan ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai tata cara dan bacaan umroh sesuai sunnah, yang menjadi dasar bagi setiap ritual dan doa yang dilakukan selama ibadah umroh.

Tata Cara Umroh dan Bacaannya yang Benar

1. Persiapan Awal Sebelum Ihram

Sebelum melangkah ke tahap ihram dalam ibadah umrah, disarankan untuk melakukan persiapan diri. Persiapan ini meliputi mandi junub, penggunaan parfum terbaik khusus untuk pria, dan mengenakan pakaian ihram. Pria memakai dua lembar kain ihram sebagai sarung dan penutup bahu, sedangkan wanita mengenakan pakaian yang menutup seluruh tubuh mereka sesuai syariat.

2. Memasuki Ihram

Langkah berikutnya adalah memasuki ihram dari miqat untuk umrah dengan mengucapkan niat umrah. Niat ihram bisa diucapkan secara lisan atau dalam hati. Adapun niat yang bisa dibacakan yaitu:

لَبَّيْكَ عُمْرَةً

Artinya: “Aku penuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umroh,”

Ketika berniat ihram bisa pula ndilakukan dengan membaca niat dalam hati maupun lisan dengan melafalkan bacaan berikut ini:

نَوَيْتُ العُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بعُمْرَة

Nawaitul ‘umrata wa ahramtu bihi lillahi ta’ala labbaika Allahumma ‘umratan.

Artinya: “Aku niat umroh dengan berihram karena Allah Ta’ala, aku penuhi panggilan-Mu Ya Allah untuk berumroh.”

3.  Kalimat Persyaratan

Jika seseorang khawatir tidak bisa menyelesaikan umroh karena sakit atau hambatan lain, dia bisa mengucapkan syarat setelah mengucapkan niat ihram. Bacaannya sebagai berikut:

Artinya: “Ya Allah, tempat tahallul di mana saja Engkau menahanku,”

Dengan cara ini, jika seseorang terhalang untuk menyelesaikan manasik umrah, dia diizinkan untuk tahallul dan tidak perlu membayar dam.

4. Ucapan Talbiah

Setelah itu, jemaah dianjurkan untuk mengucapkan talbiah sebanyak mungkin. Pria dianjurkan mengucapkannya dengan keras, sedangkan wanita dengan suara lembut, hingga mereka melihat Ka’bah dan siap untuk memulai Thawaf.

Adapun ucapan Talbiah yang bisa kita bacakan sebagai berikut:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ

Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika lak.

Artinya: “Ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu, Ya Allah aku memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, sesungguhnya pujian dan kenikmatan hanya milik-Mu, dan kerajaan hanyalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,”

5. Memasuki Masjidil Haram

Sebelum memasuki kota Makkah, disarankan bagi jemaah untuk mandi terlebih dahulu jika memungkinkan. Setelah itu, mereka memasuki Masjidil Haram dengan kaki kanan sambil mengucapkan doa masuk masjid.

أَعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

A’udzu billahil ‘azhim wa biwajhihil karim wa sulthanihil qadim minas syaithanir rajim. Bismillahi wal hamdulillah. Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘ala ali sayyidina muhammadin. Allahummaghfirli dzunubi waftahli abwaba rahmatika.

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada Dzat-Nya Yang Maha Mulia, dan kepada kerajaan-Nya Yang Sedia dari setan yang terlontar. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Hai Tuhanku, berilah shalawat dan sejahtera atas Sayyidina Muhammad dan atas keluarga Sayyidina Muhammad. Hai Tuhanku, ampuni untukku segala dosaku. Buka lah bagiku segala pintu rahmat-Mu.”

6. Menuju Hajar Aswad

Langkah umroh berikutnya adalah menuju Hajar Aswad dan menghadapinya sambil mengucapkan takbir. Jemaah bisa mengusap Hajar Aswad dengan tangan kanan dan menciumnya, atau jika tidak memungkinkan, cukup memberi isyarat ke arahnya dengan tangan kanan.

7. Melakukan Thawaf Tujuh Putaran

Thawaf dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad. Selama thawaf, jemaah bebas membaca Al-Qur’an, doa, atau berdzikir yang diinginkan. Setelah thawaf, jemaah pria bisa menutup pundak mereka dan berjalan menuju Maqam Ibrahim sambil membaca surat Al Baqarah ayat 125. Setibanya di sana, disarankan untuk melakukan sholat sunnah thawaf dua rakaat, minum air zamzam, dan menyiram kepala.

8. Kembali ke Hajar Aswad

Jika memungkinkan, jamaah disarankan untuk menyentuh Hajar Aswad sekali lagi (istilam) atau, jika tidak memungkinkan karena kerumunan orang, untuk mengangkat tangan mereka dan mengucapkan “Bismillah, Allahu Akbar” sambil menghadap ke arah Hajar Aswad.

9. Menuju Bukit Safa

Jemaah bergerak ke Bukit Safa untuk melakukan sa’i umroh. Saat mendekati Safa, disarankan untuk membaca surat Al Baqarah ayat 158. Saat berada di Bukit Safa dan menghadap Ka’bah, jemaah dianjurkan untuk mengucapkan takbir tiga kali dan mengucapkan doa sebagai berikut:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Artinya: “Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian,”

10. Pergi ke Bukit Marwah

Selanjutnya, jemaah turun dari Safa dan berjalan menuju Bukit Marwah. Para laki-laki disarankan untuk berlari-lari kecil di antara dua tanda lampu hijau di Mas’a, lalu berjalan biasa saat menuju Marwah dan naik ke atasnya. 

Di Marwah, jemaah melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan di Safa. Proses ini dilakukan tujuh kali dengan akhir di Marwah.

11. Tahallul

Setelah menyelesaikan sa’i, jemaah umroh dapat melakukan tahallul dengan memotong pendek seluruh rambut kepala atau mencukurnya, yang mana lebih utama. Untuk wanita, cukup memotong rambut sepanjang satu ruas jari. Dengan tahallul, maka selesailah rangkaian ibadah umrah.

Umroh adalah ibadah yang mengajarkan kita tentang kesabaran, keikhlasan, dan ketekunan. Melalui proses ini, kita juga bisa belajar bagaimana merendahkan diri dan menyucikan jiwa kita di hadapan Allah. 

Jadi, mari kita berusaha untuk memahami dan mengamalkan tata cara umroh dan bacaannya yang benar, agar kita bisa mendapatkan manfaat maksimal dari ibadah ini.

Pilih Travel Umroh & Haji Terpecaya untuk Temani Ibadah Anda

Artikel Terkait

Chat Sekarang
1
Hubungi Admin WA
Scan the code
Assalamuikum admin, saya ingin bertanya tentang 11 Tata Cara Umroh dan Bacaannya yang Benar.