Ilfa Halal Tour

6 Tata Cara Umroh untuk Perempuan Sesuai Sunnah

Tata Cara Umroh untuk Perempuan Sesuai Sunnah
Bagikan Artikel

Sesungguhnya, umroh adalah ritual yang sangat penting bagi umat Islam. Tak heran jika banyak orang yang merasa antusias untuk melaksanakannya. Namun, perlu diingat bahwa tata cara umroh untuk perempuan berbeda dengan laki-laki. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman yang baik dan benar mengenai hal ini.

Tata Cara Umroh untuk Perempuan Sesuai Sunnah

Menjelang umroh, seorang perempuan harus mempersiapkan diri dengan baik. Ini melibatkan sejumlah langkah penting. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

1.  Mandi Junub

Mandi junub merupakan simbolisasi dari kebersihan dan kemurnian. Hal ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh perempuan sebelum memasuki tanah suci Mekah.

2. Pakaian Ihram

Dalam Islam, wanita dianjurkan untuk berpakaian dengan cara yang sederhana, merendah, dan menutupi auratnya. Untuk lebih jelasnya sebagai berikut:

  • Pakaian ihram wanita biasanya terdiri dari dua potong pakaian yang longgar dan tidak transparan. 
  • Memakai gaun longgar dengan jilbab atau kerudung yang menutupi kepala dan dada mereka. 
  • Tidak ada warna tertentu yang ditetapkan untuk pakaian ihram wanita, tetapi biasanya berwarna putih atau warna lain yang sederhana.
  • Pakaian ihram harus sederhana dan praktis.

Meskipun pakaian ihram wanita berbeda dari laki-laki, tujuan dan maknanya adalah sama. Tujuannya adalah untuk menciptakan rasa kesederhanaan, kerendahan hati, dan spiritualitas. Pakaian ini harus dipakai dengan sikap rendah hati dan rasa hormat terhadap ibadah yang sedang dilakukan.

3. Larangan Ihram 

  • Tidak diperbolehkan memakai pakaian yang menarik perhatian atau menampilkan perhiasan mereka. 
  • Hendaknya tidak memakai pakaian yang ketat atau mewah. 
  • Wanita harus menutupi semua bagian tubuh mereka kecuali wajah dan telapak tangan.
  • Menurut sebagian besar madzhab, wanita harus membiarkan wajah dan telapak tangan mereka terbuka, tetapi harus menutupi semua bagian tubuh lainnya.
  • Tidak boleh memakai sarung tangan, kecuali jika diperlukan oleh cuaca atau kondisi kesehatan.
  • Dilarang memakai make up atau parfum selama berihram. 
  • Tidak diperbolehkan juga untuk memotong rambut atau kuku. 
  • Dilarang menikah atau melakukan kontrak pernikahan. Demikian juga, mereka dilarang menerima lamaran pernikahan.
  • Dilarang melakukan hubungan seksual selama berada dalam keadaan ihram.
  • Tidak boleh melakukan perbuatan dosa, seperti berbohong, mencuri, berkelahi, atau membunuh hewan.

4. Thawaf

Thawaf adalah ritual mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali yang merupakan bagian penting dalam ibadah haji dan umrah. Berikut beberapa ketentuan khusus Thawaf bagi wanita:

  1. Keadaan Suci: Sebelum melakukan Thawaf, wanita harus berada dalam keadaan suci, yaitu tidak dalam keadaan menstruasi atau nifas. Jika wanita datang ke Masjidil Haram dan sedang dalam keadaan tersebut, mereka harus menunggu sampai keadaan suci kembali sebelum melakukan Thawaf.
  2. Penutup Aurat: Wanita harus menutup aurat mereka dengan benar selama melakukan Thawaf. Ini berarti bahwa seluruh tubuh mereka harus tertutup dengan pakaian, kecuali wajah dan telapak tangan.
  3. Jarak dengan Ka’bah: Wanita dianjurkan untuk menjaga jarak dari Ka’bah selama Thawaf jika tempat tersebut sangat ramai untuk mencegah kontak fisik dengan laki-laki yang bukan mahram.
  4. Penghitungan Putaran: Sama seperti pria, wanita harus mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, dimulai dari Hajar Aswad (Batu Hitam) dan berakhir di sana juga.
  5. Doa dan Dzikir: Selama Thawaf, wanita dianjurkan untuk berdoa dan berdzikir kepada Allah. Tidak ada doa khusus yang harus dibaca selama Thawaf, tetapi banyak wanita memilih untuk membaca doa yang tercantum dalam Quran atau Hadits atau mereka bisa berdoa dengan kata-kata mereka sendiri.
  6. Jalan Antara Safa dan Marwah: Setelah Thawaf, wanita harus berjalan antara bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Hal ini disebut Sa’i dan merupakan bagian dari ritual haji dan umrah.
  7. Menghindari Ramai dan Kontak Fisik: Wanita dianjurkan untuk menghindari area yang ramai dan mencegah kontak fisik dengan laki-laki yang bukan mahram selama melakukan Thawaf.

Perlu ditekankan bahwa meski ada beberapa ketentuan khusus bagi wanita, esensi dan tujuan Thawaf sama untuk semua jemaah, yaitu mengingat Allah dan merenungkan kembali perjalanan spiritual mereka.

5. Sa’i

Sa’i adalah ritual berjalan kaki antara dua bukit kecil di sekitar Ka’bah, yaitu Safa dan Marwah, sebanyak tujuh kali. Ritual ini dilakukan baik dalam ibadah haji maupun umrah. Berikut adalah beberapa ketentuan khusus bagi wanita saat melakukan Sa’i:

  1. Keadaan Suci: Sama seperti Thawaf, wanita harus berada dalam keadaan suci sebelum melakukan Sa’i. Jika seorang wanita sedang menstruasi atau nifas, ia harus menunggu sampai keadaan suci kembali sebelum melakukan Sa’i.
  2. Penutup Aurat: Wanita harus menutup aurat mereka dengan benar selama melakukan Sa’i. Ini berarti bahwa seluruh tubuh mereka harus tertutup dengan pakaian, kecuali wajah dan telapak tangan.
  3. Memulai dari Safa: Sa’i harus dimulai dari bukit Safa dan diakhiri di Marwah. Ketika tiba di Safa, disunnahkan untuk menghadap Ka’bah, membaca doa, dan membuat niat untuk melakukan Sa’i.
  4. Berjalan, Bukan Berlari: Dalam Sa’i, wanita diharuskan berjalan, bukan berlari. Berbeda dengan pria, wanita tidak perlu berlari atau berjalan cepat di antara dua tanda hijau di jalur Sa’i.
  5. Doa dan Dzikir: Selama Sa’i, wanita dianjurkan untuk berdoa dan berdzikir kepada Allah. Mereka bisa berdoa dengan kata-kata mereka sendiri atau membaca doa dan dzikir yang diajarkan oleh Nabi Muhammad.
  6. Menghindari Kontak Fisik: Seperti dalam Thawaf, wanita juga dianjurkan untuk menghindari kontak fisik dengan laki-laki yang bukan mahram mereka selama Sa’i.

Ritual Sa’i mengingatkan kita pada perjuangan Hajar, istri Nabi Ibrahim, yang mencari air untuk putranya, Ismail, di gurun. Dengan mengikuti jejaknya, kita diajak untuk merenungkan kepercayaan dan ketekunan Hajar dalam menghadapi cobaan.

6. Tahallul

Tahallul adalah proses melepaskan diri dari keadaan ihram setelah menyelesaikan ritual haji atau umrah. Meskipun secara umum ketentuan tahallul sama untuk pria dan wanita, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan khususnya bagi wanita:

  1. Pemotongan Rambut: Sebagai bagian dari tahallul, wanita harus memotong sedikit rambut mereka. Berbeda dengan pria yang harus mencukur atau memendekkan seluruh rambut kepala, wanita hanya perlu memotong sekitar satu atau dua sentimeter rambutnya sebagai tanda tahallul.
  2. Menghindari Menstruasi atau Nifas: Jika seorang wanita sedang menstruasi atau nifas saat waktunya untuk tahallul, ia harus menunggu sampai ia suci lagi sebelum melakukan tahallul. Wanita dalam keadaan ini masih harus melanjutkan dan menyelesaikan semua ritual haji lainnya, kecuali Tawaf dan Sa’i, yang harus dilakukan setelah mereka suci.
  3. Mengakhiri Larangan Ihram: Setelah tahallul, semua larangan yang berlaku selama ihram seperti mengenakan pakaian biasa, menggunakan parfum, memotong rambut atau kuku, dan berhubungan suami-istri – berakhir dan diizinkan lagi.
  4. Tahallul Kedua: Dalam ibadah haji, ada dua tahap tahallul. Tahallul pertama terjadi setelah melempar jumrah dan memotong rambut, yang memperbolehkan hampir semua larangan ihram kecuali berhubungan suami-istri. Tahallul kedua, yang memperbolehkan semua larangan, termasuk berhubungan suami-istri, terjadi setelah menyelesaikan semua rukun haji, termasuk Tawaf Ifadah dan Sa’i (jika diperlukan).

Selalu penting untuk mengingat bahwa setiap ritual dalam haji dan umrah, termasuk tahallul, memiliki makna spiritual mendalam. Tahallul bukan hanya tanda fisik penyelesaian ibadah, tetapi juga simbolisasi penyerahan diri dan ketaatan kepada Allah.

Kesimpulan

Tentu saja, proses umroh ini bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, perlu adanya persiapan yang matang dan keikhlasan yang mendalam. Kita harus ingat bahwa umroh adalah suatu ibadah yang sarat makna. 

Maka dari itu, setiap langkah dan doa yang kita lakukan harus dilakukan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Selain itu, kita harus selalu berdoa dan berharap kepada Allah SWT agar umroh kita diterima-Nya.

Sebagai penutup, diingatkan lagi bahwa umroh adalah suatu perjalanan rohani yang sangat penting bagi setiap Muslimah. Oleh karena itu, penting untuk mempersiapkan diri dengan baik dan benar. Selain itu, kita juga harus selalu berdoa dan berharap kepada Allah SWT agar umroh kita bisa lancar dan diterima-Nya.

Semoga artikel ini bisa membantu para Muslimah yang ingin melaksanakan umroh. Semoga kita semua bisa berada di tanah suci Mekah, melaksanakan tata cara umroh sesuai sunnah, dan mendapatkan berkah serta rahmat dari Allah SWT. Aamiin…

Pilih Travel Umroh & Haji Terpecaya untuk Temani Ibadah Anda

Artikel Terkait

Chat Sekarang
1
Hubungi Admin WA
Scan the code
Assalamuikum admin, saya ingin bertanya tentang 6 Tata Cara Umroh untuk Perempuan Sesuai Sunnah.